Akademi Riset Publik Wellbeing Indonesia
  • Beranda
  • Profil
  • Kurikulum
  • Modul
  • Buku Saku
    • Angka, Dinamika dan Suara
  • Hasil Riset
  • Ide dan Pemikiran
  • Galeri
  • Blogs

Beranda

IKO Asosiasi Bawi Dayak Budaya dan Wisata (ASBADATA) Provinsi Kalimantan Tengah

Details
Hits: 58

LAPORAN AKHIR INDEKS KINERJA ORMAS (IKO)
Secara Self Assessment

Indeks Kinerja Organisasi Kemasyarakatan (IKO) dikembangkan sebagai instrumen evaluasi berbasis data untuk menilai kinerja Ormas secara objektif, partisipatif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Melalui pendekatan self-assessment, IKO tidak hanya menghasilkan skor kinerja, tetapi juga mendorong proses organizational learning dan refleksi kelembagaan.

Kajian terhadap Ormas Asosiasi Bawi Dayak Budaya dan Wisata (ASBADATA) dilaksanakan
untuk:
• Memotret tingkat Persepsi, Partisipasi, dan Akseptabilitas (PPA) masyarakat;
• Menguji kualitas dan stabilitas data melalui Dynamic Measurement Model (DyMM);
• Menggali konteks kualitatif melalui Data Usul, Saran, dan Kritik (DUSK);
• Menilai kontribusi organisasi terhadap kesejahteraan sosial dengan Wellbeing Methodology (WM).

Hasil kajian ini diharapkan menjadi dasar pembinaan ormas yang lebih terarah, kontekstual, dan berbasis bukti [Baca Selengkapnya ....]

Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) Go To School

Details
Hits: 65

Kegiatan P4GN Go To School bukan sekadar kampanye penyadaran, melainkan sebuah gerakan berbasis pengetahuan dan keterlibatan aktif generasi muda. Melalui pendekatan “Peer Education”, para siswa bukan hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan (change agents) yang menularkan nilai-nilai positif, membangun solidaritas, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya hidup sehat, produktif, dan bebas narkoba.

Laporan ini merupakan hasil dari kolaborasi strategis antara Direktorat Ketahanan Ekososbud, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, dengan Wellbeing Institute sebagai mitra pelaksana riset publik dan fasilitator pendekatan Peer Education di kalangan pelajar SLTP dan SLTA. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya komprehensif pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial budaya bangsa, terutama dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah uji coba penerapan Indeks Pencegahan Penanggulangan Narkoba Generasi Muda (IP2N GM) sebagai instrumen riset publik. IP2N GM berfungsi mengukur tingkat kesadaran, sikap, dan perilaku siswa terhadap bahaya narkoba, sekaligus menilai efektivitas program pencegahan di sekolah. Pendekatan berbasis indeks ini diharapkan dapat memberikan gambaran obyektif mengenai kondisi kerentanan maupun ketahanan sosial pelajar terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba di berbagai daerah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak: instansi pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, peserta didik, serta komunitas masyarakat sekolah. Melalui koordinasi dan dukungan lintas sektor ini, diharapkan tercipta model kolaboratif yang dapat direplikasi dan dikembangkan di wilayah lain. Program ini juga menjadi manifestasi nyata dari sinergi antara kebijakan nasional di bidang ketahanan sosial budaya dengan pendekatan partisipatif masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam strategi nasional P4GN dan penguatan ideologi kebangsaan. [Baca selanjutnya...]

MANIFESTO WELLBEING INSTITUTE (WI): Demokrasi dan Seni Memaknai Data

Details
Hits: 41

Kami meyakini bahwa data bukanlah kebenaran final,
melainkan jejak pengalaman manusia
yang harus dibaca dengan kehati-hatian, empati, dan tanggung jawab publik.

Kami menolak menjadikan riset publik
sekadar alat pengukuran, peringkat, atau legitimasi kebijakan.
Bagi kami, riset adalah ruang demokrasi—
tempat warga, institusi, dan peneliti
belajar memahami diri dan masyarakatnya secara jujur.

Kami mempraktikkan Wellbeing Methodology (WM)
sebagai sistem pembelajaran sosial,
bukan mesin skor.
WM hadir untuk menjaga martabat subjek,
mengakui keterbatasan metode,
dan merawat makna di balik angka.

Kami percaya bahwa kegagalan metodologis
bukan aib ilmiah,
melainkan sumber pengetahuan paling berharga
bagi kebijakan yang ingin bertumbuh dewasa.

Kami menempatkan etika di atas kecepatan,
refleksi di atas simplifikasi,
dan makna di atas angka.

Karena dalam riset publik terapan,
yang paling menentukan masa depan kebijakan
sering kali bukan apa yang paling mudah diukur,
melainkan apa yang berani dimaknai bersama.

Wellbeing Institute
menjaga agar data tetap manusiawi,
agar metodologi tetap rendah hati,
dan agar demokrasi tidak kehilangan suaranya
di balik angka.

Pengendalian Extra-Ordinary Crime Generasi Muda Secara Peer Education

Details
Hits: 41

Extra-Ordinary Crime (EOC) tidak dapat dipahami semata-mata sebagai kategori hukum atau daftar pelanggaran pidana. Dalam konteks generasi muda, EOC adalah gejala sosial yang mencerminkan kegagalan kolektif dalam menyediakan ruang pembelajaran nilai, makna, dan orientasi hidup. Kejahatan luar biasa yang menyentuh narkoba, korupsi, dan paham radikal tumbuh bukan dalam ruang hampa, melainkan di tengah proses pencarian identitas, tekanan sosial, dan ketidakpastian masa depan yang dialami remaja.

Ketika generasi muda terlibat atau rentan terhadap EOC, yang sesungguhnya terjadi bukan sekadar pelanggaran norma, melainkan krisis pemaknaan. Remaja berada pada fase di mana nilai belum sepenuhnya mapan, sementara pengaruh lingkungan—baik keluarga, sekolah, teman sebaya, maupun ruang digital—beroperasi secara simultan dan sering kali kontradiktif. Dalam situasi ini, pendekatan yang hanya menekankan larangan dan hukuman cenderung gagal menyentuh akar persoalan. 

Pendekatan represif terhadap EOC generasi muda sering kali menghasilkan paradoks. Alih-alih mencegah, ia justru menciptakan rasa takut, stigma, dan jarak sosial. Generasi muda diposisikan sebagai objek pengawasan, bukan sebagai subjek pembelajaran. Akibatnya, perilaku berisiko tidak hilang, melainkan berpindah ke ruang yang lebih tersembunyi dan sulit dijangkau oleh intervensi kebijakan. 

[BACA SELENGKAPNYA]

Page 1 of 2

  • 1
  • 2

Profil

  • Latar Belakang
  • Tujuan dan Sasaran
  • Visi dan Misi
  • Sasaran Kinerja Utama
  • Susunan Pengurus
  • Prakata

Riset Publik

  • Proposal Riset Publik
  • Riset Publik Regular
  • Riset Publik Non-Regular

Buku Saku

  • Buku Saku: Penguatan IDI melalui Pendekatan Riset Publik dan Literasi Demokrasi Daerah
arrow right arrow left
Copyright © 2026 Akademi Riset Publik Wellbeing Indonesia. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.