KURIKULUM INTI

AKADEMI RISET PUBLIK – WELLBEING INDONESIA (ARP–WI)

(Pendidikan Vokasi Non-Gelar setara D1)


BLOK A — FONDASI FILOSOFIS & EPISTEMIK (Silabus 1–5)

Silabus 1. Pengantar Akademi Riset Publik (ARP)

  • 1.1 Riset publik terapan: pengertian, tujuan, dan posisi
  • 1.2 Perbedaan ARP dengan riset akademik & survei persepsi
  • 1.3 ARP sebagai praktik demokrasi pengetahuan

Silabus 2. Wellbeing Methodology (WM): Landasan Dasar

  • 2.1 Wellbeing sebagai pengalaman sosial dan kolektif
  • 2.2 Harmoni, keadilan, dan keberlanjutan dalam WM
  • 2.3 WM sebagai kerangka etik, bukan ideologi

Silabus 3. Kebenaran Sosial & Pengetahuan Publik

  • 3.1 Kebenaran sosial, administratif, dan ilmiah
  • 3.2 Pengalaman warga sebagai sumber pengetahuan sah
  • 3.3 Batas klaim kebenaran dalam riset publik

Silabus 4. Etika Dasar Riset Publik

  • 4.1 Hak, martabat, dan otonomi penilai masyarakat
  • 4.2 Bahaya manipulasi, framing, dan legitimasi semu
  • 4.3 Prinsip kehati-hatian dan menahan kesimpulan

Silabus 5. Peran & Batas Periset Publik

  • 5.1 Periset publik ≠ aktivis ≠ konsultan ≠ birokrat
  • 5.2 Kesalahan umum periset publik pemula
  • 5.3 Periset sebagai fasilitator kesadaran publik

BLOK B — DESAIN PENILAIAN PUBLIK & GMM (Silabus 6–10)

Silabus 6. Gerakan Masyarakat Menilai (GMM)

  • 6.1 GMM sebagai penjabaran demokrasi substantif
  • 6.2 Kesadaran publik vs opini publik
  • 6.3 GMM sebagai pendidikan kewargaan

Silabus 7. Objek Kajian ARP (Isu & Kebijakan Publik)

  • 7.1 Menentukan isu publik yang sah dinilai masyarakat
  • 7.2 Perbedaan kebijakan, program, dan layanan publik
  • 7.3 Risiko politisasi objek kajian

Silabus 8. Struktur Instrumen Survei Publik

  • 8.1 Variabel, indikator, dan pertanyaan persepsi
  • 8.2 Skala penilaian dan maknanya
  • 8.3 Kesalahan umum desain instrumen

Silabus 9. Perspektif Penilaian (PPA dan sejenisnya)

  • 9.1 Persepsi, Partisipasi, dan Penerimaan Publik
  • 9.2 Bahasa netral dan non-sugestif
  • 9.3 Menjaga keseimbangan sudut pandang

Silabus 10. Teknologi Survei & Media Sosial

  • 10.1 Survei daring sebagai alat, bukan tujuan
  • 10.2 WA & media sosial sebagai kanal GMM
  • 10.3 Etika distribusi dan perlindungan data

BLOK C — PEMBACAAN DATA & PEMAKNAAN (Silabus 11–15)

Silabus 11. Membaca Data Riset Publik

  • 11.1 Data sebagai cermin, bukan vonis
  • 11.2 Pola, ketegangan, dan anomali
  • 11.3 Kesalahan umum membaca indeks

Silabus 12. Analisis Reflektif dalam ARP

  • 12.1 Mengapa data tidak selalu menjawab
  • 12.2 Membaca perbedaan antar kelompok sosial
  • 12.3 Menjaga ruang tafsir terbuka

Silabus 13. Penulisan Laporan Riset Publik

  • 13.1 Struktur laporan ARP yang etis
  • 13.2 Bahasa deskriptif vs normatif
  • 13.3 Menghindari rekomendasi teknokratis final

Silabus 14. Ruang Pembelajaran Publik (RPP)

  • 14.1 RPP sebagai fase reflektif akhir riset
  • 14.2 RPP ≠ seminar hasil ≠ sosialisasi
  • 14.3 Desain agenda RPP yang aman & dialogis

Silabus 15. Fasilitasi Dialog dalam RPP

  • 15.1 Peran fasilitator RPP
  • 15.2 Mengelola perbedaan dan ketegangan
  • 15.3 Menjaga RPP tetap non-politis

BLOK D — DISSEMINASI & PEMBELAJARAN PUBLIK (Silabus 16–20)

Silabus 16. Diseminasi Hasil Riset ke Masyarakat

  • 16.1 Mengapa hasil harus kembali ke publik
  • 16.2 Risiko simplifikasi dan klaim sepihak
  • 16.3 Prinsip komunikasi pembelajaran publik

Silabus 17. Video Dokumentasi RPP

  • 17.1 Video sebagai medium belajar, bukan promosi
  • 17.2 Struktur narasi video RPP
  • 17.3 Larangan narasi dan visual tertentu

Silabus 18. Kurasi Makna & Narasi Publik

  • 18.1 Kurasi vs propaganda
  • 18.2 Menjaga ketegangan data dalam narasi
  • 18.3 Etika visual & kutipan suara warga

Silabus 19. ARP di Era Media Sosial & AI

  • 19.1 AI sebagai alat bantu metodologis
  • 19.2 Bahaya disrupsi tanpa etika
  • 19.3 Posisi ARP dalam ekosistem digital

Silabus 20. Refleksi Peran & Keberlanjutan ARP

  • 20.1 Menjadi periset publik jangka panjang
  • 20.2 Menjaga WM dari distorsi & penyalahgunaan
  • 20.3 ARP sebagai praktik hidup, bukan proyek

MINI PROJECT RISET PUBLIK TERAPAN

(Setara 6 silabus)

  • MP-1 Identifikasi isu publik riil di daerah
  • MP-2 Desain instrumen GMM sederhana
  • MP-3 Pelaksanaan survei terbatas
  • MP-4 Pembacaan & refleksi data
  • MP-5 Perancangan RPP
  • MP-6 Konsep video dokumentasi RPP

Penilaian berbasis refleksi proses, bukan “hasil terbaik”.


PENUTUP

Struktur ARP–WI ini:

  • konsisten dengan WM–GMM–RPP,
  • realistis untuk 6 bulan,
  • aman dari over-compression,
  • dan siap melahirkan periset publik vokasional yang sadar batas.